Sabtu, 09 Januari 2016

and The Journey Begins

too excited to start the whole story.
berhubung ini perdana banget, jadilah pakai kata-kata dan kalimat yang santai yaaa hehe.

Dimulai sejak bulan september, dimana ada promo besar-besaran dari maskapai A*r A**a, baik penerbangan domestik maupun internasional. Sering banget dapet info terbaru bahwa ada promo menarik dan harga yang menggiurkan untuk destinasi tertentu. Bolak-balik selalu buka website A*r A**a untuk memantau harga ke salah satu destinasi impianku sejak 2012, yaitu Seoul, Korea Selatan. Memang harga yang ditawarkan masih berkisar sekitar 3,5 juta, tanpa bagasi. Namun, itu sudah membuat niatku bulat untuk pergi ke Seoul dengan waktu yang tepat yaitu setelah selesai program dokter internship dari kemenkes. Akhirnya setelah pro dan kontra, karena kegalauan akan berangkat sama siapa, jadi atau nggak, nginep dimana, gimana visa, itinerary di sana seperti apa, mau kemana saja, berapa hari, dan tentu saja budget, aku pun memutuskan untuk memilih waktu 3-14 Maret 2016 untuk berlibur total di Korea Selatan, dengan mengunjungi 3 kota, yaitu Seoul, Jeju, dan Busan. Yang lebih serunya lagi, kali ini aku nggak sendirian, tapi ditemani oleh mamah ku.

Kenapa sih Korea Selatan? Well, aku adalah penggemar drama korea sejak 2008 dan tentu saja fans setia Super Junior sejak 2010. Dengan berbagai macam pemandangan serta tempat-tempat menarik yang menjadi spot syuting para artis di drama korea, aku jadi tertarik untuk mengunjungi dan menjelajah Korea Selatan. Kalau sudah di Korea Selatan, kenapa nggak sekalian ke Jeju dan Busan? Memang kalau dipikir-pikir pasti budget bakalan membengkak, tapi lebih sayang lagi kalau nggak menghampiri kota lain selain Seoul. Sementara di Busan, aku memiliki seorang teman SMA. Jadilah aku meluangkan waktu 11 hari untuk 3 kota. Kalau mamah sih ngikut kemana pun aku pergi, hehe.

Tiket PP A*r A**a pun sudah terbeli pada bulan Oktober 2015 untuk keberangkatan Maret 2016. Wajib banget beli 6 bulan sebelumnya demi tiket yang lebih murah 2 juta, padahal visa pun belum tentu diterima. Walaupun ketika membaca blog dan cerita orang lain, banyak juga yang pengajuan visa nya ditolak. Tapi saat itu aku berkeyakinan bahwa visa ku dan mamah pasti akan diterima, berbekal 2 visa Schengen yang kumiliki sebelumnya pada tahun 2011 dan 2012. 

Semenjak Oktober aku dan mamah sudah mulai mempersiapkan syarat-syarat pengajuan visa Korea Selatan untuk kunjungan wisata.


Persyaratan Dokumen :
1. Paspor asli dan fotokopi paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
2. Formulir aplikasi visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)
3. Kartu keluarga atau dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan
4. Surat keterangan kerja dan fotokopi SIUP tempat bekerja - Jika tidak bekerja tidak perlu menyertakan
5. Surat keterangan mahasiswa/pelajar, bagi yang masih bersekolah
6. Fotokopi bukti keuangan, pilih salah satu :
a. Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) yang dilekuarkan oleh Dirjen Pajak RI
b. Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
c. Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank
d. Surat keterangan keanggotaan golf
e. Surat keterangan keanggotaan hotel bintang 5
f. Surat keterangan pemegang program jamsostek
g. Slip gaji atau bukti tunjangan pensiun

** Jika berstatus mahasiswa harus melampirkan surat kterangan mahasiswa dan bukti keuangan orang tua
** Ibu rumah tangga yang masih belum memiliki pekerjaan/penghasilan harus melampirkan bukti keuangan suami atau keluarga
** Bagi pengusaha yang ingin mengajak serta asisten rumah tangga, harus melampirkan surat sponsor dari Employernya (suratketerangan kerja, kartu keluarga, bukti keuangan tidak perlu dilampirkan)

** Dokumen yang telah dilampirkan jika dianggap masih belum lengkap oleh Consul maka pihak Kedubes Korea berhak untuk meminta tambahan dokumen.

Pengajuan aplikasi visa : 09.00-11.30
Pengambilan visa : 13.30-16.30
Lama proses pembuatan visa : ± 4 hari kerja

Biaya Pembuatan Visa
Single visa (<90 hari) : Rp 560.000,00
Single visa (>90 hari) : Rp 840.000,00
Multiple visa (berlaku untuk 5 tahun) : Rp 1.260.000,00
Double visa (2 kali masuk dan berlaku untuk 6 bulan) : Rp 980.000,00
Biaya visa tidak dapat dikembalikan apabila dibatalkan proses pengajuannya atau visa ditolak oleh pihak Kedubes Korea

Yak, itu beberapa informasi terkait visa Korea Selatan sesuai di website Kedubes Korea Selatan. Aku pun mulai mempersiapkan berkas-berkas. Nggak hanya punyaku, tapi juga punya mamah. Repot tapi menyenangkan, trust me!

1. Paspor asli dan fotokopi paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
Ini ya tinggal disiapkan saja paspor serta fotokopi nya. Mengenai apakah harus pergi kemana-mana dulu untuk mendapat visa, aku juga tidak bisa memberi jawaban pasti, karena hanya pihak Kedubes Korea yang bisa menentukan dan memberikan izin. Yang jelas kalau pernah atau bepergian sama orang (dalam satu keluarga) yang pernah mendapatkan visa negara lain, mungkin akan lebih menenangkan hati, jiwa dan raga.

2. Formulir aplikasi visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)
Silakan didownload dan diisi sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing hehe. Mungkin beberapa yang membuat bingung, untuk tempat tinggal di sana, lebih baik diisi saja dimana pun hostel/hotel nya, bisa booking dulu di booking.com , cari saja hotel/hostel yang tidak perlu bayar DP dan dapat dibatalkan sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo. Kemudian untuk bagian funding details, aku mencantumkan namaku serta nama papah ku sebagai penjamin selama aku dan mamah ada di Korea Selatan. Mengenai estimated travel costs, kalau buatku sih biar aman, sehari di budget 1 juta, silakan dikali dengan berapa hari di sana ditambah dengan harga tiket PP masing-masing.

3. Kartu keluarga atau dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan
Aku melampirkan KK dan KTP.

4. Surat keterangan kerja dan fotokopi SIUP tempat bekerja - Jika tidak bekerja tidak perlu menyertakan
Nah yang ini agak repot buatku, karena statusku adalah dokter internship. Sempat bingung gimana mintanya surat keterangan kerja, akhirnya berbekal nekat aku meminta izin pembimbingku dan diberi pengarahan harus kemana dst nya, dan alhamdulillah selesai dalam 2 jam, sukses mendapatkan surat keterangan kerja dari RSUD Cileungsi. Oya, surat nya pakai Bahasa Inggris ya, serta dibubuhi cap perusahaan.
Sebagai tambahan, aku sertakan surat tugas internship di RS tersebut serta STR internship.

5. Surat keterangan mahasiswa/pelajar, bagi yang masih bersekolah
Seandainya masih sekolah, berasa masih muda saja haha.

6. Fotokopi bukti keuangan, pilih salah satu :
Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank
Aku pergi ke 2 bank, karena aku punya 2 tabungan, yang satu khusus untuk gaji, yang satu memang tabungan sejak SMA. Gampang saja, tinggal ke CS bank tersebut, terus bilang deh, mau minta rekening koran 3 bulan terakhir dan surat referensi bank untuk syarat visa Korea Selatan (dengan Bahasa Inggris). Pengalaman membuat di 2 bank berbeda :
BRI : Rp 165.000,00 selama 3 hari (Rekening koran : Rp 5.000 per lembar besar)
Mandiri : Rp 50.000, bisa langsung jadi. Pas aku bikin, atasannya sedang pergi jadi ya terpaksa baru bisa diambil keesokan harinya. (Rekening koran : Rp 2.500 per lembar A4)

Sebagai tambahan karena mamah ku tidak bekerja, maka dilampirkan beberapa dokumen tambahan :
1. fotokopi buku nikah
2. surat keterangan dari papah yang menyatakan bahwa diizinkan pergi, mengenai jaminan, serta akan kembali ke Indonesia (ttd bermaterai)
3. Slip gaji papah
4. Fotokopi buku tabungan papah 3 bulan terakhir
5. Fotokopi KTP papah

Dari informasi yang aku dapat, pengajuan visa dapat dilakukan paling cepat 2 bulan sebelum kebrangkatan, yaitu Januari. Akhirnya semua berkas harus diselesaikan pada akhir Desember, karena tanggal 4 Januari aku mesti mengajukan ke Kedubes Korea Selatan. Berkas pun sudah siap dibawa keesokan harinya. Hatiku masih dag-dig-dug-der daia *iklan dikit*. Antara optimis tapi juga takut nggak di approve. Apalagi mamah dapat informasi temennya tetanggaku visanya ditolak! Bismillah deh yaaa semoga lancar dan diterima. Aamiin.

4 Januari pun tiba, aku dan mamah pergi ke Kedubes Korea yang beralamat di Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 57, Jakarta. Eng ing eng, dengan berlandaskan google dan informasi menuju ke sana, akhirnya kami memutuskan naik APTB Bubulak-Blok M atau APTB Bubulak-Grogol, dan turun di Halte Busway Tegalparang, dengan harga Rp 16.000,00. Setelah turun di halte, kami harus menyebrang ke arah yang berlawanan dengan arah datangnya bus. Kemudian berjalan kaki menyusuri gedung-gedung di Gatot Subroto, sekitar 5 gedung baru sampai di Kedubes Korea Selatan. Gedung untuk visa ada di paling belakang. Kami sampai sekitar 9.10, dan 5 menit kemudian dipanggil untuk memberikan berkas-berkas kami. Setelah diperiksa oleh petugas, kami pun diberi surat tanda terima dari Kedubes untuk mengambil paspor kami. Kami diberikan instruksi untuk tata cara pengambilan paspor, kami diharapkan untuk telepon terlebih dahulu jam 10.00 sebelum ke Kedubes untuk memastikan bahwa visa kami sudah jadi atau belum, kemudian dapat diambil dari jam 14.00. Berdasar informasi yang aku dapatkan, pengajuan visa dapat dilakukan 3 bulan sebelum tanggal keberangkatan.
Sebagai contoh, aku berangkat tanggal 3 Maret, aku bisa mengajukan mulai 3 Desember. Visa dijadwalkan akan issued sekitar 2-4 hari kerja, sehingga akan keluar tanggal 7 Desember. Aku punya kesempatan untuk masuk Korea Selatan sejak tanggal issued hingga 3 bulan ke depan, yaitu 7 Desember 2015 hingga 7 Maret 2016, dengan masa tinggal maksimal 90 hari.

Well, cepat juga proses penyerahan berkas. Tanpa ditanya ini-itu dll dkk nya, langsung diterima dan dikatakan perkiraan visa keluar tanggal 8 Januari 2016. Hmm, dalam hati optimis banget visa bakal diterima, karena semua lancar dan tanpa diminta tambahan dokumen atau ditanya ini-itu. Dan mamah sempet curi-curi dengar dari para pengaju visa bahwa ada yang disuruh pulang lagi karena ada yang belum lengkap, surat apanya tidak pakai Bahasa Inggris, dll. Yaaaa kehebohan visa gitu lah hehe.

Daaaannn post jaga malam, aku langsung telepon Kedubes Korea Selatan jam 10.10. Setelah menunggu untuk dijawab karena sempat diputar-putar, akhirnyaaaaaaa..
ALHAMDULILLAH, VISA KOREA SELATAN AKU DAN MAMAH DITERIMA!!!
yeeaaayyyy, jadi juga jalan-jalan liburan berdua sama mamah di Korea Selatan!

Nggak sabar banget buat segera membuat itinerary dan tentu saja cara ke sananya biar nggak nyasar hehe. Loh berangkat sendiri tanpa travel atau jasa tour guide? Definitely yes, aku lebih suka meng-arrange tempat dan waktu sendiri jadi sesuai dengan apa yang ingin aku lihat dan datangi, kalau capek ya istirahat, makan seadanya saja, bisa diatur sesuai uang dan tenaga hehe. Berbekal pengalaman ke Eropa, Eropa saja berhasil ku taklukkan seorang diri, kini saatnya Korea Selatan ku jelajahi bersama mamah!

Here we go, mom!

Jumat, 30 Mei 2014

Dua Cinta Satu Hati



Inggris.

 


Apa sih yang ada di bayanganmu kalau denger Inggris? Dua hal yang menjadi jawabanku saat ini.

MU! Chelsea! Liverpool! Arsenal!

Well, yaa itu semua klub sepak bola papan atas di Liga Inggris. Aku mempunyai hobi nonton bola sejak Piala Dunia 2002, apakah aneh seorang perempuan menyukai bola? Cuek aja, bola itu kan olahraga yang bisa dinikmati oleh semua orang dan umur. Betapa puasnya aku saat menginjakkan kaki di stadion kebanggaan para klub papan atas. Saking penasarannya, aku rela merogoh kocek yang cukup banyak untuk perjalanan dan masuk ke stadion, atau kerennya disebut tur stadion. Percaya ga percaya, aku berhasil tur stadion Camp Nou Barcelona! Serius? Bahkan sampai foto dengan Xavi, walaupun editan, haha. Kali ini, aku berharap bisa merasakan panasnya derby Manchester, derby London, dan gegap gempitanya lagu You’ll Never Walk Alone berkumandang di Anfield Liverpool.

Ngomongin bola, jadi inget quidditch. What? Sounds like delicious, lol. Quidditch adalah suatu permainan bola dengan 6 pemain tiap tim, dan seeker dari tiap tim bersaing untuk mendapatkan snitch, bola kecil yang terbangnya sangat cepat dan nyaris kasat mata. Hah? Is it real? Yeah, just like an ordinary girl, there’s another answer in my mind, dengan lirih aku berkata, “Harry Potter.” Siapa yang nggak kenal Harry Potter? Aku mengenal kehidupan Harry Potter sejak 2001, ketika film Harry Potter tayang di bioskop. Saat itu aku kelas 6 SD, dimana saat itu aku belum mengenal yang namanya film bioskop, entah itu film Hollywood atau India. Zaman ketika bioskop belum semegah sekarang ketika sudah mulai bermunculan di dalam mall.

Harry Potter yang mengenalkanku pada keindahan ciptaan Tuhan, pemandangan yang super indah dan tidak pernah terbayangkan oleh anak perempuan 12 tahun. Mulai dari kereta di peron 9 ¾ , lintasan sepanjang perjalanan kereta yang indah, sekolah sihir Hogwarts yang tampak tua namun masih megah dan sangat khas akan bangunan yang identik dengan Eropa.

Eropa? Jauh banget yaaa kayaknya Indonesia-Inggris di peta. Ya, aku juga mulai mengenal Inggris. Harry Potter syuting di Inggris, berbagai macam spot menarik dan tampak pemandangan yang memikat mataku ketika menonton Harry Potter. Hmm, aku ingin ke Inggris. Perkataanku yang spontan ketika mengetahui bahwa Harry Potter berasal dari Inggris. Sesederhana pikiranku ingin ketemu para pemain Harry Potter. Menjelajahi tempat-tempat yang pernah menjadi syuting Harry Potter dan berfoto serta tersenyum bahwa aku berhasil mewujudkan keinginanku.

Setiap film Harry Potter muncul, aku tidak sabar untuk segera menontonnya, aku rela antri panjang untuk bisa nonton premiere nya. Kenapa? Alasannya adalah untuk melihat visualisasi yang merefleksikan isi dari novel ciptaan JK Rowling tersebut. Betapa hebatnya JK Rowling yang mampu mencari atau bahkan menciptakan tempat-tempat yang sesuai dengan imajinasinya. Contoh nyatanya adalah, peron 9¾, pintu masuk kereta bawah tanah dari London menuju Hogwarts. Sungguh nyata sekali keberadaan kereta tersebut melalui film. Aku pun berangan-angan ingin bisa naik kereta tersebut secara langsung. Dan akhirnya aku pun mendapat berita bahwa di London, tepatnya King’s Cross Station, merupakan tempat syuting kereta Hogwarts. Bahkan saat ini sudah diberikan tanda 9 ¾ Hogwarts Express, dan ada kereta ½ troli yang separuh masuk ke tembok seolah-olah menembusnya, persis seperti yang ada di Harry Potter. Penasaran banget rasanya, aku mau lihat dan berfoto seperti layaknya siswi sekolah sihir Hogwarts.

Bangunan megah yang menjadi visualisasi sekolah sihir Hogwarts pun tak kalah menarik. Ternyata syutingnya tidak dalam satu bangunan utuh. Yang menarik adalah salah satu bagian Hogwarts berada di Oxford University, universitas terkenal dan terkemuka di Inggris. Impian setiap warga Inggris bahkan masyarakat dunia untuk bisa lolos dan mencicipi pendidikan di universitas tersebut. Seru yaa, bisa makan bareng sama teman-teman di tempat yang super besar, dan harus melewati lorong-lorong untuk mengikuti kuliah. Dan ini sukses membuatku ingin kuliah di sana, biar merasakan feel-nya Harry Potter! Well, Oxford akan menjadi tempat tujuanku ketika mengunjungi Inggris!

Tempat lainnya yang menjadi syuting Harry Potter adalah pemandangan sepanjang Sungai Thames. Jujur, ketika nonton bagian ini, aku melongo! Ya, pemandangannya luar biasa indah. Sungai Thames yang membelah Kota London, dengan berbagai macam bangunan bersejarah di tepi sungai tersebut, sebut saja Big Ben. Dentangan jarumnya yang terus bergerak tanpa lelah. Ditemani megahnya Buckingham Palace, tempat bernaungnya keluarga kerajaan Inggris. Serta putaran London Eye yang bergerak secara perlahan. Bagaimana bisa menahan keinginan hati untuk mengunjungi negara yang memiliki sejarah musik yang kuat, yaitu grup band the Beatles. Bertambah pula daftar tempat kunjunganku untuk dipijak di Inggris, noted!

Sepak bola, dan tentunya Harry Potter merupakan dua cinta yang membuatku jatuh pada satu hati, yaitu Inggris. Impianku untuk datang dan menginjakkan kaki pertama kali ke sana sangat kuat.



Yes, I’m ready for the next journey, let’s go to England!

Perjalanan Meraih Mimpi


Mimpi, ya satu kata yang mempunyai banyak arti.

Jangan takut untuk bermimpi.

Bermimpilah di luar batas imajinasimu,

Kejarlah mimpi sampai ke ujung dunia

dan berjuanglah untuk menggapai mimpi.


Suatu mimpi yang bermula dari celotehan anak kecil, ketika anak kecil tersebut mulai menyukai bola. Berawal dari ikut-ikutan nonton bola saat Piala Dunia 2002 Korea Selatan-Jepang. Ternyata dia menyukai bola, sampai-sampai nilai UN SD-nya pun jeblok. Bahkan sempat dimarahi oleh kedua orang tuanya. Namun dia tidak menyerah begitu saja, ada kesempatan memperbaiki nilai dan bisa lolos masuk SMP favorit di kota tempat tinggalnya. Berhasil masuk SMP, dia masih tetap menyukai bola. Setiap malam di saat ada pertandingan bola, dia rela bangun untuk ikut menyemangati tim kesayangannya bermain. Liga Champion 2003 pun menjadi titik awal dari mimpinya saat itu. Sebut saja dia R dalam percakapan berikut dengan ibunya.

R : “Mah, AC Milan menang Liga Champion!!!”
Ibu : “Oyaa? Selamat yaa.”
R : “Aaa Alhamdulillah, senangnyaaa.”
Ibu : “Ya udah sekarang belajar yang tekun buat ulangan umum, biar nilanya baik.”
R : “Beres. Mah, aku punya keinginan suatu saat nanti aku akan keliling dunia dan mendatangi semua stadion di dunia, terutama klub-klub bola kesayanganku.”
Ibu : “Aamiin, mamah doakan ya nak. Semoga mimpimu keliling dunia bisa tercapai.”

Percakapan itu mungkin hanyalah ucapan seorang anak perempuan berumur 13 tahun yang belum tahu mengenai peliknya kehidupan, susahnya mencari uang, dan entah bagaimana caranya bisa pergi keliling dunia dan tur stadion klub sepak bola elit di Eropa.

Setiap weekend, dia selalu mencari jadwal pertandingan bola, dan harap-harap cemas akan hasil pertandingan klub-klub kesayangannya. Ya, dia mengidolakan banyak klub di Eropa. Di setiap negara, dia mempunyai jagoannya sendiri. Italia ada AC Milan. Spanyol ada FC Barcelona dan Real Madrid. Inggris ada Liverpool dan Arsenal. Dan alasannya se-simple pemikiran anak 13 tahun, yaitu biar adil di tiap negara ada yang dia dukung serta ada pemain kesayangannya yang super ganteng di lima klub tersebut.

Selama 6 tahun, dia tetap setia bersama TV. Ikut tersenyum di saat klub-klub kesayangannya menang dan menjadi juara di setiap liga masing-masing negara. Dan sedih ketika para pemain larut dalam tekanan ketertinggalan gol dari lawannya. Bola itu bundar, hidup juga terus berputar. Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2004 dan 2008 juga dilaksanakan. Senyum mengembang di wajah gadis itu, ya dia sudah manjadi gadis yang bercita-cita menjadi dokter, ketika Spanyol berhasil menjadi juara Piala Eropa 2008.

Sekarang gadis itu berhasil menjadi salah satu mahasiswa kedokteran di perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Dari lubuk hatinya yang terdalam, dia merasa sedih karena waktu yang ada untuk nonton bola saat dini hari tentu akan berkurang. Sejak kuliah dia jadi jarang nonton pertandingan bola klub kesayangannya secara live, bahkan untuk Piala Dunia dan Piala Eropa pun hanya beberapa match tertentu yang dapat dia saksikan secara langsung bersama teman-temannya. Bahkan, suatu ketika dia sempat terngiang atas mimpinya dulu, ingin jalan-jalan keliling dunia dan mengunjungi stadion-stadion di Eropa.

R : “Apa masih bisa kesampaian yaa mimpiku saat itu? Keliling dunia. Sementara aku harus menjalani padatnya kuliah beserta tugasnya. Nggak enak juga kalau harus minta banyak ke orang tua, sementara aku sudah besar gini. Apa enaknya aku jadi spesialis Orthopedi terus kerja di klub bola? Hmm.”

Dia memiliki mimpi yang lain, menjadi dokter orthopedi agar bisa menjadi bagian dari tim dokter sepak bola. Mimpi yang lebih memungkinkan untuk dijalani dari sekedar jalan-jalan keliling dunia.
Selalu ada jalan ketika berusaha dan memiliki keinginan kuat. Tuhan menjawab pertanyaan akan mimpinya. Bukan untuk sekedar jalan-jalan, tapi memiliki tujuan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di Groningen Belanda, dia mengawali perjalanan mimpinya. Dengan biaya perjalanan ditanggung sepenuhnya melalui bantuan sponsor, dia pun menginjakkan kaki di Eropa. Tentunya kesempatan ini dia gunakan sebaik-baiknya, berkeliling Eropa, ya mimpinya terwujud!

Kemudian dengan tekad yang kuat dia pergi menjelajahi Eropa seorang diri. Dia memberanikan diri untuk membuka lembaran mimpinya, tujuan utamanya adalah Spanyol, Italia, Prancis, Belgia, Swiss, dan Austria. Dia menyempatkan berkunjung ke Camp Nou di Barcelona, San Siro di Milan, Stadion Olimpico Roma, dan Amsterdam Arena di Amsterdam. Tak ketinggalan, icon bangunan Eropa yang tiap orang memimpikan ingin datang ke sana, Menara Eiffel dan Disneyland Paris; menara miring Pisa; Collosseum, Fontana Di Trevi, Pantheon di Roma; Atomium di Belgia, serta pemandangan di Swiss dan Austria. Eropa pun berhasil dia taklukkan dalam 3 minggu perjalanan.

Saat ini aku bersyukur tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang. Aku? Ya, gadis itu adalah aku. Seorang mahasiswi yang sukses melakukan langkah pertama dalam menggapai mimpinya melalui cara yang sama sekali tidak diperkirakan. Perjalanan Eropa di tahun 2012 menjadi lembaran awal dari mimpiku yang setinggi langit. Dan dengan alasan yang sama, yaitu mimpiku bisa keliling dunia untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan yang beraneka ragam, serta berkunjung ke semua stadion di dunia, mari lanjutkan petualangan ke Inggris.

Inggris, suatu negara di Eropa yang sayangnya tidak termasuk dalam Schengen. Siapa yang tidak mengenal Inggris? Ketika poundsterling merupakan nilai tukar rupiah yang paling bikin teriak as known as yang paling tinggi. Di saat Big Ben yang super megah berdentang detik demi detik. Tempat dimana pusatnya atraksi di tengah kota London, Trafalgar Square. Semegah apakah istana yang merupakan tempat tinggal kerajaan, Buckingham Palace. Dan betapa terkenalnya Liga Inggris, dengan ketatnya persaingan antara klub-klub papan atas, sungguh sangat dinanti kesempatan untuk mengunjungi stadion bola klub Liga Inggris, betapa beruntungnya jika diizinkan mencicipi indahnya negara Inggris.

Can’t wait for my next journey, and here I go, England!

Carilah kesempatan yang luar biasa kapan pun dan dimana pun.

Berpetualang lah selagi masih ada umur, waktu, dan kesempatan.

Bermimpi lah seolah-olah kita mampu mencapainya.

Berdoalah semaksimal mungkin, karena Tuhan yang akan menjawab semua permintaan kita.